SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI...SEMOGA BERMANFAAT

BENCANA TANAH LONGSOR DI PULAU LOMBOK


Bencana seolah menjadi teman karib bangsa kita. Tidak hanya bencana alam, bencana sosialpun tak kurang memberi pukulan telak pada negeri tercinta ini. Banjir dan tanah longsor seolah bergantian. Sumatra, situ gintung, solo, dan berbagi tempat di Indonesia dan akhirnya mampir juga di pulau seribu masjid (Lombok).


Jum'at, 08 April 2005 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, MATARAM:Sedikitnya tiga rumah di Kampung Mudilanal, Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/4) petang, tertimbun tanah longsor akibat hujan seharian.

Rumah milik Abdul Gafur, rata dengan tanah akibat diterjang lumpur. Sedangkan rumah, Budi dan Fiki, separonya tertimbun lumpur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Tiga pemilik rumah dan keluarganya sempat keluar dari rumah sebelum lumpur membenamkan rumah. Lembar yang berada di antara pemukiman penduduk. Dinas Sosial Lombok Barat telah mengevakuasi penghuni rumah.

Dinas Pemukiman dan Prasaran Wilayah NTB meminta masyarakat waspada di beberapa daerah rawan longsor di Pulau Lombok karena hujan terus-menerus selama 10 hari terakhir. "Makanya warga yang berada di lokasi rawan longsor, harap waspada," ujar Lalu Gita Aryadi, Humas Pemprov NTB melalui siaran persnya.

Daerah yang dianggap rawan, seperti jalan di hutan Pusuk, yang menghubungkan antara Kota Mataram dan sejumlah kecamatan di Lombok Barat dengan kecamatan yang ada di Lombok bagian utara. Padahal, jalan di hutan Pusuk adalah dilelalui tak kurang dari 250 kendaraan besar dan kecil setiap hari. Dinas Kimpraswil NTB pernah merelokasi kampung-kampung yang rawan longsor. Sujatmiko

Sabtu, 18 April 2009 18:41 WIB
MATARAM, KOMPAS.com- Puluhan rumah warga di perbukitan Dusun Erat Mate dan Malaka, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/4) sore, tertimbun tanah longsor setelah kawasan itu diguyur hujan deras beberapa jam lamanya.
Sejumlah warga Erat Mate dan Malaka, menjelaskan, tanah di atas bukit tiba-tiba longsor menimbun rumah mereka setelah hujan mengguyur kawasan itu sejak pukul 13.00 hingga sekitar pukul 16.30 Wita. Akibatnya puluhan rumah di dua dusun itu tertimbun tanah dan untuk sementara tidak bisa ditempati. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu," kata seorang warga.
Warga yang rumahnya terkena tanah longsor saat ini mengungsi ke rumah tetangga, sedangkan sejumlah ternak sapi yang kandangnya rusak kini juga diungsikan di tempat yang dinilai aman.
Sementara itu, sisa air hujan hingga kini masih terus mengalir dari puncak bukit ke pemukiman warga dan menggenangi jalan desa. Aliran air berlumpur serta bebatuan kini menutup sekitar dua kilometer jalan Desa Mekar Sari.
Kepala Desa Mekar Sari, Mahri, mengatakan, pihaknya saat ini baru bisa mendata rumah warga yang terkena tanah longsor di Dusun Erat Mate, belum sampai ke Dusun Malaka karena medan yang cukup sulit dan gelap.
"Berdasarkan pendataan sementara, di Desa Erat Mate ada 19 rumah warga yang tertimbun tanah longsor, sedangkan di Dusun Malaka belum diketahui. Pendataan akan kami lanjutkan besok, karena medannya sulit dan gelap," katanya.
Kerugian akibat musibah tersebut belum diketahui, namun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Mahri berharap segera ada bantuan dari berbagai pihak guna meringankan beban warganya yang sedang terkena musibah tersebut. Apalagi, hampir semua warga yang terkena musibah tanah longsor itu termasuk kategori miskin.

Berita diatas hanya mewakili peristiwa dari sekian peristiwa longsor di pulau Lombok.
Sebagai informasi dan untuk kefahaman kita bersama, pada tulisan berikutnya saya akan mencoba menuangkan sedikit pengetahuan tentang:
• Potensi bencana alam di Indonesia
• Mengenal bencana banjir dan longsor
• Mitigasi bencana
• Tinjauan Bencana dalam Islam


Harapan kita semua tentunya bisa terhindar dari bencana, paling tidak antisipasi lebih dini terhadap ancaman bencana bisa dilakukan.

Tidak ada komentar: